PKBM Anggrek di Pakjo Terbakar, Api Berasal dari Obat Nyamuk

Banner Banyuasin

PALEMBANG- Kebakaran menghanguskan bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anggrek di Jalan Inspektur Marzuki, Lorong Bakti, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I Palembang pada Jumat (4/4/2025) dinihari.

Akibat amukan sijago merah membuat peralatan serta perlengkapan belajar mengajar seperti kursi dan komputer ludes tak bisa diselamatkan.

Pemilik Yayasan PKBM Anggrek Umi Choiriyati (68) menuturkan, saat Kebakaran terjadi PKBM dijaga oleh dua orang operator yang beristirahat di lantai dua.

Dugaan api berasal dari obat nyamuk bakar yang menjalar ke kasur yang berada di dalam kamar di lantai dua.

“Kejadiannya sekitar setengah 2 malam yang menunggu PKBM ada dua orang sebagai operator Indra dan Bram. Asal api dari obat nyamuk di kamar atas, yang menunggu mengetahui setelah api sudah mulai membesar dan nyambar listrik,” kata Umi kepada wartawan saat di TKP Jumat (4/3/2025) siang.

Api melahap semua peralatan dan perlengkapan yang berada didalamnya. Untuk kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 200 juta .

“Barang barang perlengkapan kursi, komputer, speaker dan alat-alat musik semuanya terbakar,”tuturnya.

Karena bangunan PKBM terbakar, 100 orang siswa paket A, B dan C di PKBM Anggrek terpaksa dipindahkan sementara, mengingat dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian.

“Tidak lama lagi siswa mau ujian, mereka dipindahkan sementara ke SKB di Palimo dekat kantor Dinas Pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Ilir Barat I AKP Ricky Mozam melalui Kanit Reskrim Iptu Muslim pihaknya sudah meminta keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab kebakaran.

“Salah satu saksi bernama Indra sedang menyalakan obat nyamuk bakar lalu ditinggalkannya ngobrol di ruang tengah. Kemudian kembali lagi dan melihat obat nyamuk bakar sudah membakar kasur yang berada di lantai 2,” kata Muslim.

Api baru bisa dipadamkan setelah Pemadam kebakaran mengerahkan 6 unit mobil pemadam.

Komentar