Program Makan Bergizi Dapat Bantu Ortu Siswa Hemat Rp1,4 Juta Perbulan, Disdik Kota Palembang: Masih Tunggu Juklak dan Juknis

Banner Banyuasin

PALEMBANG- Progam Makan Bergizi Terus di gaungkan dan diterapkan di beberapa daerah termasuk Kota Palembang.

Kepala Dinas Pendidikan (KaDisdik) Kota Palembang Adrianus Amri menyebutkan bahwa program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah bisa membantu para orangtua (ortu) menghemat pengeluaran sampai Rp1,4 juta per Bulan.

Adrianus Amri mengatakan, angka ini terpotret dari rencana anggaran program makan bergizi gratis Rp. 30 ribu per siswa setiap hari. Dia mencatat, orangtua setidaknya bisa hemat sampai Rp. 720 ribu per bulan untuk biaya gizi anak.

“Perkiraan satu hari itu Rp. 30 ribu, kalau sebulan dengan hitungan anak masuk 6 hari dalam seminggu itu sudah hemat Rp. 720 ribu. Kalau punya dua anak yang bersekolah, artinya para orangtua bisa hemat sampai Rp1,4 juta per bulan,” katanya, Kamis (14/11/2024).

Selain meringankan orangtua, program makan bergizi gratis ini juga dinilai Amri akan mendongkrak ekonomi masyarakat Kota Palembang.

Nantinya, pemerintah melalui dinas-dinas terkait akan menggandeng usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menyuplai kebutuhan makanan gratis bagi para siswa.

“Artinya bukan cuma orangtua saja yang terbantu. Para pelaku UMKM juga nanti akan terbantu, karena kita perlu bantuan mereka untuk menyuplai kebutuhan makanan bergizi,” lanjut Amri.

Sebelumnya, anggaran makan bergizi gratis Rp. 30 ribu per siswa, sebut Amri, berpatokan dari hasil kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu.

Kemudian, dia menambahkan bahwa anggaran tersebut murni dibiayai pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga tidak mengganggu keuangan daerah.

“Itu nanti pemerintah pusat yang akan membiayai melalui APBN,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya juga masih menunggu arahan dan aturan langsung terkait program Pemerintah Pusat ini.

“Kami akan baru merencanakan simulasinya, kemudian kami juga masih menunggu Petunjuk Pelaksana dan Petunjuk Teknisinya,” tukasnya.

Komentar